Kamis, 01 Januari 2015

TUGAS REVIEW / KAJIAN JURNAL PRE UAS MATA KULIAH "KIMIA DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN INDUSTRI"

REVIEW JURNAL



Judul               :     PEMANFAATAN BIJI DURIAN SEBAGAI UPAYA PENYEDIAAN BAHAN BAKU ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN RAMAH LINGKUNGAN

Penulis             :    Wahidin Nuriana,
                     (Dosen Fakultas Teknik Universitas Merdeka Madiun)



Pendahuluan : 

       Dengan isu global, yaitu tingginya kebutuhan energi dunia termasuk bahan bakar minyak (BBM) baik bensin dan solar. Saat ini permintaan BBM yang mempunyai nilai oktan tinggi terus meningkat, sementara terjadi penurunan deposit minyak bumi sehingga menaiknya harga minyak mentah dunia. Sementara di dunia terjadi kecenderungan beralih konsumsi pada sumber energi ramah lingkungan dan terbarukan gasohol (campuran bensin dan etanol). Faktor lain yang memicu peningkatan bahan bakar etanol adalah berlakunya peraturan reduksi emisi gas rumah kaca yaitu Clean Air Act 1990 (di Amerika dan Jepang). Etanol sebagai campuran gasohol E-10 hingga E-80 diharapkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM yang lambat laun akan habis dan mempunyai tingkat emisi karbon lebih rendah dibanding premium dan pertamax. Serta memanfaatkan limbah pertanian biji durian yang pemanfaatannya belum tampak, namun jumlah cukup melimpah
.
Di Indonesia terdapat beberapa daerah sentra penghasil buah durian, antara lain di jawa Barat (Serang, Pandeglang, Parung, Bogor), Jawa Tengah (Jepara, Ungaran, Banjarnegara, Purworejo), Jawa Timur (Blitar, Malang Selatan, Madiun), Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan dan Timur serta Lombok Barat. Luas areal Durian diperkirakan lebih dari 36.000 ha (Jaya U., 1995 ; Trubus, 2007 ). Berat buah durian 1,5-4 kg, tebal kulit 5-10 mm, jumlah biji perbuah 15-35, sedang produksi buah perpohon 50-400 buah per tahun tergantung jenis durian. Asumsi berat biji perbuah durian 150-200 gram, sehingga diperoleh 40-100kg/ pohon Sementara penggunaan/ pengolahan biji durian untuk makanan baru sebatas dikukus untuk dimakan itupun jarang sekali. Pati terdapat dalam jumlah yang cukup besar di dalam tanaman, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti dalam biji-bijian, umbi-umbian, dan dalam batang. Pati merupakan karbohidrat yang tersusun lebih dari delapan monosakarida yang disebut juga polysakarida nutrisi yang khas. 

Molekul-molekul polisakarida dipersatukan dengan ikatan glucosida. Hidrolisis lengkap akan mengubah pati sakarida menjadi monosakarida. Sebagai awal penelitian ini biji durian dibuat tepung untuk mengetahui kandungan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak dan zat mineral: natrium, kalium, zat besi, posfor) dan tepung dapat diolah menjadi makanan alternatif. Adapun kandungan karbohidrat dan mineral pati biji durian dilakukan secara laboratoris, hal ini sangat potensi untuk diproses menjadi etanol. Hingga kini inovasi bahan bakar alternatif dari bahan dasar hayati/ terbarukan terus dikembangkan. Beberapa negara telah memulai kompetisi untuk mengembangkan sumber energi alternatif tersebut. bahan dasarnyapun beragam, seperti Brazil, negara di Amerika Selatan mengolah limbah tetes tebu menjadi etanol secara besar-besaran. Jepang sukses dalam mencari energi alternatif melalui kotoran sapi dan saat ini mengajak kerjasama Indonesia mengembangkan etanol dari selulose. Sedang di Amerika Serikat, Jerman dengan menggunakan pati gandum dan jagung dan Kanada behasil mengolah serat rumput sebagai sumber energi alternatif. Hal di atas memotivasi untuk mengkaji manfaat limbah pertanian biji durian yang diproses menjadi etanol sehingga memberi nilai dan manfaat terhadap lingkungan dan sebagai sumbangsih ilmu pengetahuan.

Tujuan Penelitian :

Tujuan penelitian ini adalah mengolah biji durian menjadi suatu tepung, menganalisis komposisi kimia tepung biji durian, mengolah tepung menjadi makanan kecil (snack) dan mengawetkan biji durian untuk menjaga ketersediaan bahan baku pembuatan etanol.

Metode dan Model Penelitian :


Hasil Penelitian : 

Biji durian karena mempunyai kandungan karbohidrat/ pati cukup tinggi maka biji durian dapat sebagai bahan baku etanol yang dalam ketersediaannya dapat kontinyu, karena dapat diawetkan hingga 6 bulan.


Kesimpulan     : 

Pada penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Biji durian dapat dibuat suatu tepung dengan pengeringan sinar matahari selama 2, 3 dan 4   hari.

2. Tepung biji durian mempunyai kandungan kimia sebagai karbohidrat/pati 12,96%, protein 14,17%, kadar lemak 8,49%, serat 18,59%, air 6,60%, Magnesium (Mg) 1.751,30 ppm, Kalium (K) 9.117,86 ppm, Natrium (Na)18,07 ppm.

3. Tepung biji durian dapat dibuat snack, salah satunya adalah camilan keripik.

4. Tepung biji durian mempunyai daya simpan selama 6 bulan, diharapkan dapat menjaga kontinyuitas sebagai bahan baku pembuatan etanol energi terbarukan dan ramah lingkungan.